Keadaan Darurat, Dayak Sajingan Lakukan Adat Besamsam





Situasi pada saat upacara Besamsam di Desa Kaliau Kecamatan Sajingan Besar



Dayak merupakan salah satu suku bangsa yang ada di Bumi Kalimantan. Kini terbagi menjadi 2 wilayah negara, Malaysia dan sebagian besar di Indonesia.

Suku Dayak di Indonesia memiliki budaya yang beraneka ragam sesuai dengan Sub-sub suku dayak Itu sendiri. Salah satu budaya dayak itu adalah SAMSAM dalam bahasa lainnya PANTANG LALA' di dalam istiadat Dayak Salako.

Samsam merupakan Ritual Adat Istiadat suku Dayak yang dilaksanakan untuk melindungi Kampung dan warga dari Bala bencana dan mara bahaya. Dalam pelaksanaannya Ketua adat didampingi para tua tua Dayak di kampung yang dapat memimpin ritual ini. Dalam 1 tahun biasanya dilaksanakan dua kali yakni pada awal tahun sebelum panen padi baru dan setelah panen Padi baru. Namun dalam keadaan Kampung yang kurang kondusif karena hal-hal tertentu dapat dilaksanakan ritual Samsam.

Untuk memulai ritual ini masyarakat bersama Pengurus Adat perlu menyepakati hari dan waktu serta pembagian tugas pihak yang terlibat. Sebelum memulai ritual perlu menyediakan beberapa bahan seperti beras pulut, ayam 3 ekor, telur ayam 2 biji, piring,  cangkir dan lain lain.

Kemudian setelah siap, ritual dimulai ditempat yang disebut "Guna" untuk menyampaikan maksud tujuan dan permohonan kepada Jubata dan memberkati Air Tawar. Usai disampaikan, masyarakat diharuskan mengambil Air Tawar ditempat tersebut untuk dipercikan setiap sudut  rumah. Pukul 7 malam ketua adat akan masuk ke rumah masyarakat satu persatu memercikan Air Tawar ke setiap orang yang ada dirumah itu dan setelah keluar rumah maka sejak saat itu rumah tutup dan penghuni rumah dilarang keluar rumah.

Samsam dilakukan selama satu hari satu malam dan pada hari ke tiga ketua Adat akan memasuki rumah dan membuka ritual Samsam membebaskan penghuni rumah untuk keluar rumah.

Apabila ada pihak yang menghalang-halangi, menantang ritual, keributan, KDRT, melakukan perbuatan melawan hukum selama masa samsam maka pihak yang terlibat akan dikenai Sanksi Adat 3 tahun dan menganti semua biaya pelaksanaan Samsam.


Ditulis oleh Pensius, S.Pd (Peneliti Budaya Dayak) 

Comments