Nak Dare Starter Pack: Gullai Nangkak



Jadi ceritanya begini. Kemarin pagi, ada sebuah panggilan ke telepon mamakku. Si penelepon ternyata adalah tetangga di ujung gang, Mak Ning Dare namanya. Beliau meminta mamakku untuk mengambil nangka muda.

Maka itu saya dan si bungsu pergi menemui Mak Ning Dare di tempat kerjanya, sebuah sekolah dasar di kaki bukit batu. Bakkut Mattang orang-orang menyebutnya. Ada tiga buah nangka muda, bentuknya bundar-bundar, warnanya hijau segar, dari tangkainya pun masih meleleh getah-getah yang bikin lengket jika kena kulit.

Tadi pagi mamakku "bekerenah" mengupas nangka muda dan memotongnya seukuran genggaman tangan bayi. Mak Tuakku datang, maka beliau lah yang menyiapkan bumbu-bumbu untuk gulai itu. Entah apa saja bumbunya, yang pasti baunya harum sekali.

Nangka muda dimasukkan ke dalam dandang, kemudian disiram santan kelapa, setelah itu barulah bumbu-bumbu yang pelbagai jenis dicurahkan. Lebih dari setengah jam dandang "dijerangkan" di atas tungku, setelah nangkanya lembut, baru apinya dipadamkan.

Beberapa kali saya pernah merasakan gulai nangka yang dimasak oleh orang Jawa. Saya masygul saja, gulainya tidak berkuah dan kurang harum.Tidak semua, tapi hampir selalu begitu. Ada pula yang memasak gulai nangka seperti opor ayam. Enak betul, cuma kurang pas rasanya jika dibandingkan yang biasanya kerap kumakan.

Dengan kuah santan dan bertabur gorengan bawang merah, gulai nangka akan menjadi menu makan siang yang sangat nyaman. 

Masihkah mamakmu memasak gulai nangkak? Tentu, masakan gulai nangkak orang Sambas lah yang paling sedap rasanya. 🌹

Comments