Belajar Menyapa Orang Sambas





Jangan Sembarangan Menggunakan Panggilan Wak untuk Suku Sambas
Orang Sambas kerap memanggil kerabatnya dengan Wak. Seperti panggilan keakraban. Di pasar, di warung kopi, orang kerap kali saling sapa dengan Wak. Bahkan, mamakku, oleh beberapa tetangga dipanggil Wak Titin sedangkan ayahku kadang dipanggil Wak Agus.

Saya kerap kali mendengar teman menggunakan Wak untuk menyapa teman yang lain ketika kuliah. Ketika sekolah, saya tidak pernah mendengar panggilan itu. Panggilan Wak tidak mengenal batasan seksual, lelaki dan perempuan bisa menggunakan itu.

Jika Wak kerap digunakan, kemudian apakah Wak juga boleh digunakan oleh siapa saja dan dalam konteks apa saja?

Ternyata Wak tidak sesederhana silabinya. Berdasarkan observasi yang saya lakukan, ada sebuah syarat yang mesti dipenuhi untuk menggunakan Wak, yakni keakraban dan kesetaraan.

Lazimnya panggilan kekerabatan di dalam suku Sambas berdasarkan hubungan darah dan serta status sosial seseorang. Panggilan kekerabatan inilah yang melahirkan konsep "pangkat" di Sambas. Konsep ini akan saya jelaskan kemudian.

Seperti yang saya kemukakan di awal, Wak adalah panggilan keakraban. Tetapi ini lebih rumit. Jika bro, bang, kak, dll. digunakan untuk memanggil seseorang yang bahkan belum dikenal sekalipun, maka Wak membutuhkan lebih dari sekadar kenal.

Wak hanya boleh digunakan di dalam perbincangan orang-orang yang sudah akrab-karib. Jika belum akrab-karib, penggunaan Wak terasa begitu canggung. Kemudian, apakah jika sudah akrab-karib, maka Wak bisa digunakan sekenanya? Belum, tunggu dulu. Sambas, dalam hal ini, punya aturan yang tegas sekaligus rumit.

Penggunaan Wak sangat bergantung pada konteks kesetaraan. Ini berimplikasi pada banyak hal. Walaupun sesama orang-orang Sambas memiliki umur yang sama, berada di lingkungan tempat tinggal yang sama, panggilan Wak belum tentu boleh digunakan.

Seseorang memanggil orang lain dengan Wak jika sudah ada konvensi yang menyatakan bahwa dua orang yang berbincang adalah setara. Terutama dalam aspek intelektual.

Wak adalah panggilan di suku Sambas yang punya makna sangat dalam. Adapun bagi saya pribadi, sampai sekarang belum berkenan dipanggil Wak. Kecuali oleh orang yang sangat karib saja.

Comments