Sultan Abu Bakar Tajudin I, Pengagas Angkatan Laut Kesultanan Sambas






Sejarah Sambas di era kesultanan cukup menarik untuk ditelaah. Hal ini mengingat era kesultanan merupakan jembatan dari perlembagaan Hindu-Buddha ke dalam bentuk republik di masa kini. Adapun di dalam esai ringkas ini, penulis akan membahas sultan kelima, yakni Sultan Abu Bakar Tajudin I (SABT I)  atau yang masyhur dikenal dengan nama Raden Mantri.

SABT I adalah anak kedua Sultan Umar Aqamuddin II. Anak pertama bernama Sultan Muda Ahmad Tajudin, namun sayang bahinda Sultan Muda tidak berumur panjang. Dengan demikian, tampuk pemerintahan diserahkan kepasa SABT I. Salah seorang anak Sultan Umar Aqamuddin II yang cukup masyhur adalah Pangeran Anom.

Menengok kepada Silsilah Raja Sambas yang ditulis oleh Sultan Muhammad Syafiuddin II dan beberapa sumber sejarah lainnya yang ditulis oleh peneliti-peneliti, baik lokal maupun antarabangsa, sangat sedikit data yang bisa dikumpulkan mengenai SABT I. Namun hal itu tidak mengurangi niat penulis dalam memaparkan dan memberikan sedikit gambaran perihal pencapaian baginda di masa dulu.

Secara genealogi, SABT I adalah anak Sultan Umar Aqamuddin II dengan Mas Siti. Baginda memiliki beberapa orang isteri, di antaranya adalah Utin Chandra Sari, Daeng Usul binti Daeng Kelalak, Daeng Samir binti Daeng Gentira, dan Utin Kencana binti Datok Pengiran Aria. Adaphn anak-anak baginda di antaranya  adalah Raden Biru, Pangeran Muda Amirah, Raden Fatimah, Raden Atuy, san Tok Abdul Jabbar (Tok Karai)

Pencapaian terbesar yang dilakukan oleh baginda SABT I adalah mendirikan Angkatan Laut Kesultanan Sambas. Armada laut ini didirikan sekitar tahun 1805 M dan yang menjadi panglimanya adalah Pangeran Anom.

Armada Angkatan Laut Kesultanan Sambas bertuhas menjaga kedaulatan wilayah perairan yang membentang di sepanjang pantai dari Tanjung Datok hingga ke Sungai Duri.  Berkat adanya Angkatan Laut ini lah, Kesultanan Sambas menjadi kesultanan yang terkuat di Kalimantan bagian barat.

Selain ditubuhkannya Angkatan Laut Kesultanan Sambas, pada masa baginda inilah lahir seorang ulama masyhur yang menjadi guru tarekat dan tasawuf ulama-ulama nusantara. Syaikh Ahmad Khatib Sambas lahir pada tahun 1803 di masa pemerintahan baginda.

Sri Paduka al Sultan Tuanku Abu Bakar Tajudin I atau yang masyhur dikenal dengan nama Raden Mantri memimpin Kesultanan Sambas sejak tahun 1802 dan berakhir ketika baginda mangkat pada tahun 1815. Adapun di sumber yang berbeda, disebutkan bahwa baginda memerintah pada tahun 1793 hingga tahun 1813.

Penyusunan kembali Silsilah Raja Sambas dengan pendekatan yang objektif dan sistematis memang bukan perkara mudah. Hal ini baru bisa dilakukan jika tersedia bukti-bukti/ dokumen sejarah yang otentik dan bisa dijadikan rujukan yang sahih.



Kesultanan Sambas, 24 h.b. Syawal 1440 H
oleh Haries Pribady
(keluarga besar Haji Harun bin Syarif Abdul Manaf)



*rujukan
1. Asal Usul Kerajaan Sambas. 1991. HUDY Dato Ronggo.
2. Sambas Sultanate and The Development of Islamic Education. 2018. International Journal of Academic Research of Business and Social Sciences. Erwin Mahrus, Et al.

Comments