Geliat Sineas Muda Singkawang




Singkawang. Thetanjungpuratimes.com. Komunitas pecinta film dan sinema agendakan nonton bareng film-film pendek yang diproduksi oleh sineas-sineas muda di Singkawang. Nonton bareng ini dilaksanakan di aula Diparpora (10/04/2018).

Bosni, S.Sos, Kadisparpora kota Singkawang menyatakan bahwa produksi film dengan mengambil latar Kota Singkawang merupakan bentuk promosi. Menurut beliau, film yang ada mesti digarap bersama agar diperoleh hasil yang lebih maksimal. Empat film yang ditayangkan digarap oleh komunitas Sindikat Film, Rumaksi, dan kelompok binaan Bang Nono serta binaan Bang Norman.


Film-film pendek yang diputar di antaranya adalah Tatung, Singkawang Heritage,  Keramik, dan Get Lost.
Film Singkawang Heritage, bercerita tentang keragaman Singkawang. Film pendek ini mengisahkan seorang anak kecil yang menjelajahi kota Singkawang setelah mendiskusikan buku Singkawang Heritage bersama kakeknya.  Di dalam film ini, Singkawang digambarkan sebagai sebuah kota yang bergegas dalam kemajuan, tanpa melupakan identitas dan sejarahnya.  Tidak hanya itu, pluralisme dan multikulturalisme dijadikan ciri utama yang menjadi karakter kota ini.


Film selanjutnya yang cukup menarik adalah film Keramik.  Film ini mengisahkan Salsa, Seorang gadis Tionghoa yang gemar berpetualang. Film ini menggambarkan Singkawang sebagai kota yang ramah dan nyaman. Tak hanya menunjukkan indahnya bentang alam, film ini juga membawa kita untuk melihat pembuatan keramik dengan cara tradisional.


'Empat film ini sebenarnya menunjukkan bahwa Singkawang memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Bukan hanya potensi tema atau objek yang bisa diangkat sebagai sebuah film, melainkan juga potensi sumber daya manusia yang berperan besar dalam produksi film-film lokal," tutup Bapak Bosni saat mereview keempat film tersebut.

(Haries Pribady)

Comments