Memprihatinkan, Singkawang Belum Punya Universitas Negeri




Pembangunan sumber daya manusia adalah hal vital yang mesti dilakukan. Dengan adanya sumber daya manusia yang andal, pembangunan bisa diakselerasi bahkan bisa terjadi secara eksponensial. Walaupun dengan tidak meninggalkan pembangunan di bidang insfrastruktur. Salah satu aspek pembangunan yang paling penting, namun dalam beberapa tahun terakhir tampak kurang mendapat perhatian adalah bidang pendidikan. 


Pembangunan sumber daya manusia dari aspek pendidikan sebenarnya tidak berdampak langsung. Namun ianya bersifat berkelanjutan. Hal ini berarti, betapa pun besar dana yang dikucurkan untuk pembangunan di dalam aspek ini, hasilnya tidak akan serta-merta bisa dirasakan. Butuh waktu yang agak lama, investasi jangka panjang lah istilahnya. Namun semuanya akan terbayar lunas jika pembangunan sumber daya manusia dari aspek ini mampu menciptakan sumber daya yang andal dan bisa menjadi pemasok tenaga kerja serta profesional yang dibutuhkan. 

Hal konkret dari pembangunan SDM dari aspek pendidikan adalah dengan memastikan tersedianya akses dari tingkat pendidikan anak usia dini hingga tingkat perguruan tinggi. Membicarakan hal tersebut, tentu Tjhai Chui Mie yang memiliki visi Singkawang Hebat 2012 menyadari bahwa daerah yang dipimpinnya telah menyediakan akses untuk semua segmen pendidikan. Namun, sudah tepat sasaran kah?

Perlu diakui bahwa pada saat ini sumber daya manusia andal di Kota Singkawang masih dipasok dari kampus-kampus luar. Memang, saat ini ada beberapa kampus swasta yang beroperasi. Sebutlah Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah St. Muhammad Tsafiuddin, Sekolah Tingggi Ilmu Hukum St. Muhammad Tsafiuddin, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bina Mulia, Akademi Gizi, Akademi Kebidanan, Akademi Keperawatan, dan Akademi Komunitas. Semua kampus di atas berada di bawah naungan yayasan yang bergerak masing-masing. Barangkali tanpa memerhatikan konsep  supply and demand sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk bisa melejitkan pembangunan. Oleh karena itu, penulis menganggap diperlukan adanya sebuah upaya agar di kota yang secara administrasi baru berdiri belasan tahun ini bisa berdiri sebuah universitas neger. Mengapa?

Setiap kota, walaupun berganti pemimpin setiap lima tahun sekali dan masing-masing memilik rencaca pembangunan yang berbeda, tentu memiliki konsep pembangunan kota untuk jangka panjang. Artinya adalah ada beberapa program dan proyek pembangunan yang memang dilaksanakan lintas periode kepemimpinan kepala daerah. Hal ini dikarenakan yang dibangun merupakan objek vital dan membutuhkan pembiayaan yang besar.  Mendirikan sebuah universitas negeri di kota Singkawang  adalah upaya yang paling tepat, terutama dalam mewujudkan pembangunan SDM yang disebutka di awal.

Dengan berdirinya sebuah universitas negeri, Kota Singkawang akan menjadi mesin produksi sumber daya. Jika pun masih belum mampu untuk bersaing dengan daerah lain yang rata-rata sudah memiliki kampus negeri, paling tidak Kota Singkawang bisa didesain sedemikian rupa dan kemudian diselaraskan dengan jurusan-jurusan yang ada. Untuk tahap lanjut, tentu dengan adanya sebuah universitas negeri, Singkawang akan menjadi center of excellent Provinsi Kalimantan Barat. Artinya adalah universitas negeri menjadi daya tarik bagi orang dari daerah lain untuk datang dan menetap, selain karena aspek pariwisata yang dimilikinya.


Konsep negeri atau pun swasta pada hakikatnya tidak menjadi poin utama. Asal kampus-kampus swasta yang ada bisa berkolaborasi dan bersinergi dalam menciptakan SDA yang unggul dan andal. Namun penulis tidak melihat adanya hal itu. Ditambah lagi dengan nasib kampus yang bergantung pada keuangan yayasan, menjadikan kampus-kampus swasta tidak begitu tepat dijadikan partner dalam pembangunan daerah secara berkelanjutan. 


Simpulannya adalah pendirian universitas negeri di Kota Singkawang telah mencapai tahap kebutuhan. Jika Tjhai Chui Mie sama sekali tidak mengindahkan hal ini, maka berdirinya sebuah universitas negeri hanya pepesan kosong belaka. Memang bisa dimaklumi, gagasan ini tidak akan terwujud dalam tempo dekat. Namun, jika pemerintah defenitif tidak memulainya sejak sekarang, sampai kapan pun Kota Singkawang akan menggantungkan kebutuhan SDM-nya dari kampus-kampus di luar daerah. 



Singkawang, 16 Maret 2018
Bagus Mantre


*foto Universitas Oxford

Comments