Kenal Lebih Dekat dengan Singkawang Cultural Center Yuk!



Kota Singkawang dikenal sebagai kota yang multikultur. Dengan jumlah penduduk sebanyak 262.210 jiwa yang mendiami wilayah seluas 50.400 ha serta terdiri atas pelbagai suku menjadikan Singkawang sangat kaya dengan objek pariwisata kebudayaan, selain objek wisata alam yang memang sudah terkenal. 

Upaya promosi wisata alam dan kebudayaan mulai menggeliat ketika Tjhai Chui Mie dilantik sebagai walikota. Pemerintah kota menggandeng pihak swasta dan Singkawang Cultural Center Foundation mendirikan sebuah kompleks pameran kebudayaan yang dinamakan Singkawang Cultural Center (SCC). Singkawang Cultural Center Foundation sebagai badan penggerak adalah organisasi nonprofit yang didirikan pada tahun 2017 yang didedikasikan untuk melestarikan, membina, dan mempromosikan alam, budaya, manusia, kuliner, pariwisata, seni, dan budaya lokal, serta untuk mengembangkan adanya potensi lokal yang dimiliki. 

Singkawang Cultural Center (SCC) berada di Jalan Kom Yos Soedarso, merupakan sebuah area bangunan yang ditujukan untuk komunitas masyarakat dalam menyebarluaskan budaya dan seni di Singkawang, dengan harapan agar dapat mengembangkan visi dan misi dari organisasi dalam menjalankan program seni dan kebudayaan secara nyata. Singkawang Cultural Center terletak di pusat kota, yang merupakan lokasi strategis untuk tempat bertemu. 

Secara umum, SCC terdir atas tiga areal yang dibuka untuk pengunjung dari pukul 09.00 hingga 22.00. Bagian SCC adalah sebagai berikut.  Pertama adalah ruang pameran.  Insight Singkawang SKW 2.0 adalah sebuah pameran yang diinisiasi oleh sektor swasta dan didukung oleh pemerintah daerah untuk menyampaikan dan mendorong pertumbuhan sosial, ekonomi, dan budaya di Singkawang. Pameran ini merupakan platform penting untuk mempresentasikan masa lalu, sekarang, serta memaparkan visi dan misi masa depan kota melalui sejarah, budaya, arsitektur dan potensi yang ada di dalam masyarakat. 

Kedua adalah gerai makanan (food court). Gerai makanan ini diisi oleh puluhan penjual dengan menu yang betul-beul khas Singkawang, seperti kue choipan, mi tiau, nasi goreng gosong, lempuk, dan sebagainya. Gerai makanan ini sangat nyaman dijadikan tempat bertemu klien atau sekadar bertemu teman. Dengan ratusan lampu pijar gantung, tempat ini menjadi sangat indah di malam hari. Tidak hanya tersedia makanan, pada hari Rabu dan Sabtu malam ada juga pertunjukan musik olh teman-teman Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Singkawang

Ketiga adalah galeri seni dan perpustakaan. Gedung ini terletak terpisah di bagian samping. Di dalamnya ada pameran barang kerajinan tekstil, seperti syal, selendang, kain, baju dengan ornamen etnik, dan sebagainya. Sedangkan di atas gedung terdapat perpustakaan yang berisi promosi wisata dan buku-buku sejarah yang berkaitan dengan kota Singkawang. 


SCC diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat pada 18 Desember 2017. Dengan tangan dingin kurator Patrick Lim, bangunan yang asalnya studio ini disulap menjadi SCC hanya dalam waktu dua bulan. Dengan berdirinya SCC, Tjhai Chui Mie berharap bisa mendukung visi Singkawang sebagai kota yang berbudaya dan mandiri.

(Haries Pribady)

Comments