Binafsihi


Hari ini aku menghadiri dua kelas dan keduanya kuberi soal-soal esai. Satu di antara soal itu adalah Deskripsikan diri Anda dan sebutkan beberapa alasan yang membuat bahasa Indonesia menjadi penting dalam hidup Anda? Aku memeriksa jawaban adik-adikku, kutemukan berbagai jenis jawaban. Ada yang begitu polos ada pula yang sungguh narsis.

Aku telah menjelaskan pada adik-adikku untuk menjawab soal tersebut sesuai dengan kepribadian mereka masing-masing. Apakah mereka mau menunjukkan bungkus atau malah hanya mau menunjukkan isi? Persoalan tentang mendeskripsikan diri merupakan bentuk latihan kejujuran, latihan keluasan wawasan, dan latihan keluwesan berpikir. Melalui pendeskripsian diri, kuharap adik-adikku bisa menemukan empat hal yang mendasari manusia dalam menilai dirinya. Pertama, menunjukkan  dirinya tahu kalau  benar-benar tahu. Kedua, menunjukkan  dirinya tahu kalau tidak tahu. Ketiga, menunjukkan dirinya tidak tahu kalau  dia tahu. Keempat, menunjukkan dirinya tidak tahu kalau  tidak tahu.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan pengertian bahasa, satu di antaranya, adalah untuk mendeskripsikan diri. Defenisi ini bermakna bahwa bahasa yang digunakan, termasuk lisan dan tulisan akan menunjukkan cara berpikir, sikap, keadaan psikologi, dsb. yang bisa diperhatikan dan dinilai oleh orang lain. Namun tidak semua hal bisa terepresentasi melalui bahasa, misalnya seorang yang apik berbahasa malah menjadi dalang dalam suatu tindakan kriminal. Tindakan tak terpuji itu bisa tersamarkan melalui lisan yang dihiasi kata-kata indah dan membuai. Lalu kapankah deskripsi itu baru bisa terepresentasi utuh melalui bahasa? Ya, melalui cara mendeskripsikan diri.

Pendeskripsian diri merupakan cara manusia untuk masuk ke dunia di luar dirinya. Tentu saja deskripsi orang lain perlu dipahami untuk dimasukkan ke dalam dunianya. Pendeskripsian diri merupakan cara agar kita menjadi berbeda dan tampak utuh sebagai seorang manusia yang unik. Bahasa pendeskripsian menunjukkan kepribadian seseorang. Melalui itu, hal-hal yang ada di dalam diri bisa tergambar dengan jelas. Makna sederhananya adalah melalui pendeskripsian diri, manusia mengenalkan dirinya pada manusia lain dan dengan pendeskripsian itulah manusia mau dikenal.

Ada sebuah masalah yang berkaitan dengan pendeskripsian ini. Masalah ini timbul ketika manusia tak betul-betul mengenal dirinya. Pengenalan pada diri yang kita lakukan saat ini lebih dipengaruhi lingkungan, teman kerja, bahan bacaan, film yang ditonton, dan semua yang berasal dari luar diri manusia. Hal itu akan menyebabkan bias, sebab jika lingkungan dan semua yang ada di dalamnya berubah, deskripsi diri tentang diri sendiri akan berubah pula. Namun masalah itu tak akan muncul jika pendeskripsian diri dimulai dari perenungan dan proses berpikir yang panjang.

Pendeskripsian dari dalam, termasuk mengenal kebiasaan diri, kesukaan, hasrat, kesenangan, kebencian, dan semua hal yang bersumber dari otak, merupakan pendeskripsian diri yang utuh. Upaya mendeskripsikan diri dari dalam telah manusia mulai sejak zaman lampau. Hal paling esensi pendeskripsian dari dalam adalah mempertanyakan asal muasal dan alasan hadirnya diri sebagai bagian semesta yang sangat luas. Para pakar telah menerangkan berbagai teori yang membantu manusia dalam memahami pendeskripsian ini.  Namun bagiku, mengakui keberadaan Supreme Being di luar diri manusia dan selalu melakukan peningkatan kemampuan merupakan hal yang perlu dilakukan dalam memahami pendeskripsian ini. Akhirnya, dengan melakukan dua hal tersebut, upaya mendeskripsikan diri dari dalam akan lebih terarah, terukur, dan terencana. Bagaimana deskripsi dirimu? ‘



Comments