Happy New Year

Tahun Baru Islam
Betulkah istilah demikian? Masyarakat Arab pada masa pra-Muhammad menggunakan kalender Qomariah sebagai sistem penanggalan. Artinya, rujukan yang dipakai sebagai penentu waktu dalam satu tahun adalah pergerakan bulan. Di masa yang sama, di tempat lain digunakan sistem penanggalan yang berbeda. Ada yang menggunakan matahari sebagai rujukan (Kalender Solaris, Masehi), ada juga yang menggunakan kombinasi keduanya (Kalender Lunaris).

Tahun baru Islam sebenarnya bukan berarti bahwa masyarakat muslim lah yang pertama kali menggunakan sistem penanggalan tersebut, melainkan sebagai sebuah penanda bahwa telah terjadi migrasi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Tahun migrasi tersebut dianggap sebagai awal mula penanggalan dalam kalender Hijriyah.
Kalender Hijriyah dimulai pada satu Muharram, yakni bulan pertama dalam sistem penanggalan Qamariah.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa cara yang dilakukan oleh masyarakat muslim dalam menyambut tahun baru ini. Biasanya digelar lah tabligh akbar yang isinya menceritakan shirah nabawiyah perihal perpindahan Muhammad dari Makkah ke Madinah. Ada pula yang memperingatinya dgn menyelenggarakan pelbagai lomba, misalnya lomba tilawah, kasidah. Ada pula yang menyelenggarakan pawai ta’aruf, karnaval dengan arak-arakan yang berisi simbolisasi peristiwa hijrah nabi. Tidak hanya itu, ada sebagian masyarakat yang mengakulturasi peringatan satu Muharram dengan kebiasaan khas Nusantara, sehingga muncullah peringatan satu syuro dengan melakukan upacara pencucian barang keramat seperti batu, cincin, maupun keris.

Walaupun sudah menjelang lima belas abad, peristiwa hijrah ini mengandung nilai-nilai positif yang bisa di internalisasi ke kehidupan masa kini. Selamat tahun baru 1439 Hijriyah. Semoga dengan spirit hijrah (migrasi) Muhammad dan para sahabat semakin memotivasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Singkawang, 20 September 2017

Comments