Bayang




Purnama menjatuhkan bayang ranting pohon meranggas tepat di jalan raya. Namun bayang ranting tertutup bayang atap kios penjual bensin eceran yang disinari lampu jalan. Bintang menjatuhkan bayang bulan tepat di permukaan laut. Namun bayang bulan tertutup bayang awan yang disinari mentari. Sinar pelita menjatuhkan bayang wayang pada layar putih,  cahaya bunga jatuh pada mata sehingga bisa terindera dengan baik.
Manusia berjalan di atas muka bumi disertai bayang. Bayang raga  akibat mentari, bayang jiwa akibat luapan nurani.  Hari bergerak sejak fajar hingga petang, membentuk bayang raga sebagai penunjuk waktu. Bayang selalu panas, bayang selalu gerah. Namun tak ada salahnya  berteduh tuk hilangkan bayang, agar kulit tak legam, wajah tak kusam.

Mudah tuk hilangkan bayang raga, cukup geserkan bayang awan menutup bayangmu. Jika tak mampu, geserkan bayangmu agar tertutup bayang awan. Bahaya kah jika bayang raga hilang? Tak, tak bahaya. Bayang raga tak menunjukkan esensi kehidupan manusia di dunia. Jangankan yang bernyawa dan berhasrat, batu sungai yang kaku dan diam pun terbayang,  tampak lewat air jernih yang mengalir di sekelilingnya. Bahaya kah jika bayang raga hilang? Tak, tak bahaya. Sebab bayang sekadar fenomena  yang mau tak mau mesti selalu ada. Selama ada sinar dan cahaya, di situlah akan tersedia bayang.

Manusia berperilaku di atas muka bumi disertai bayang. Bayang raga akibat mentari, bayang jiwa akibat luapan nurani.  Pikiran, perasaan, pengetahuan,  dan segala hal yang ada dalam diri manusia akan tersampaikan lewat kata dan perbuatan. Kata akan tercerna, perbuatan akan terekam. Keduanya akan membekas, membayang. Manusia lahir hingga mati, seluruh kehidupan yang dipenuhi dengan bayang. Bayang yang diciptakan sendiri. Bayang yang tak memerlukan sinar mentari, bayang yang tak membutuhkan cahaya purnama. Bayang manusia bukanlah bayang yang menggelapkan. Bayang manusia adalah manusia itu sendiri. Bayang yang berjalan, bayang yang berbicara, bayang yang menangis, bayang yang bersedih.

Manusia adalah bayang itu sendiri. Mau membayangkan diri sebagai apa? Manusia sungguh bisa memilih bayang yang mewujud melalui dirinya. Mau membayangkan diri sebagai Tuhan, nabi, malaikat, setan, atau binatang? Terserah, manusia bisa memilih apapun. Manusia adalah bayang itu sendiri, berkuasa penuh terhadap dirinya.

Membayang dan terbayanglah dengan tepat. Semoga segera sampai ke surga. 

Comments