Sajak XXXVII

Air mengalir pekat dengan coklatnya
Beriak dan jatuh ke parit kecil
Rumput yang menghijau,anggun
Dengan tetesan embun di setiap helainya
Udara bertiup lembut , memutar air laut hingga ombak pun menciut


Uap-uap yang terangkat ke langit
Menyatu dengan mega yang putih
Aku tak tahu pada angin yang membisu
Uap yang mengaitkan ruang di atas samudera ,dingin dengan suara empasan yang menggunung


Pontianak,7 Desember 2010

Comments