Sajak X


Kisah Kafiilah dan Gadis Bertabir Kurma
Dengan menyebut nama Allah,zat yang maha menebarkan dan menanamkan benih cinta.

Abi:
Semilir kelembutan angin sedangmengelus rona cerah di wajahnya
Meresapi susunan kulit yang terselip rapi di balik jubahnya

Terbesit rasa ingin menjadi tetesan debu.Yang bisa terbawa sang bayu……
Sehingga membawa kalbu ini agar terpaut padanya

Abi :
Seakan badai yang menghantam, telah mengkerutkan sendi unta
Hanya mengharap aroma yang tercampur debu gurun.Tanpa arah ,susah

Arra Nadya::
Di padang nan gerah itu
Sang kafilah terus berjalan
Meninggalkan jejak yang telah menyatu dengan panasnya pasir dan batu cadas
Melihat itu,untaian kurma hanya memandang dari kejauhan

Abi :
Saat mata telah usang dn pikiran telah letih,maka tibalah saatnya bagi sang kabilah untuk terlelap di dalam hangatnya pelukan pelepah kurma



Arra Nadya:
Masuklah,
Masuklah ke dalam pelepah kurma itu
Sedalam-dalamnya.
Jika ia memang jatuh ketangan sang kabilah

Arra Nadya
Pada seorang kabilah lingkaran wajah itu akan menebarkan rona anggunnya
Kepada seorang kafilah,air Zam-Zam diantara dua bukit telah tersedia
Namun hanya jika saatnya telah tiba
Saat bunga-bungabemekaran bahagia
Saat rahmat Allah menghujani bumi
Saat gaun indah telah terkenakan
Bila sang kafilah pergi,bukankah itu sebuah keniscayaan?
Karena gadis bertabir kurma itu tau,tidak ada yang abadi di dunia ini


Kisah yang hanya tercipta saat debu sudah menutup seberkas sinar mentari.Sehingga kalbu yang sudah menggeliat mulai beranjak dewasa seakan-akan hendak lepas dari sangkarnya
Sebuah ukiran hati yang hanya terbaca melalui kelembutan jiwa
Suatu panggilan jiwa yang hanya bisa terdengar tatkala gadis bertabir kurma tetap melindungi dirinya dari gerahnya gurun pasir
Suatu harapan bagi sang kabilah untuk bertemu ketika ijab dan kabul akan segera terucap,,,,
Dan suatu harapan agar sang kabilah bisa mencapai tempat terindah bersama si gadis bertabir kurma


30 Oktober 2009

Comments