Sajak V



Gugupku Menggugupkanku



Gugup,tanganku gemetar

Otakku seakan bermain bersama dinginnya angin senja

Kusut,terbang tak tentu arah

Tak bisa terurai,namun membeku



Ketakutan yang telah melekat erat

Menjadi karat hati yang terikat kuat

Ketakutan pada suatu kemungkinan terburuk

Ketakutan pada sesuatu yang harus aku jalani





Walaupun hembusan udara tak pernah letih

Namun jiwaku sudah membeku dalam ikatan takdir

Ingin lepas,ingin terbang jauh

Tak terbatas tanpa arah



Kusibak lapisan langit yang penuh debu halus

Tercurah,,,,,ribuan tetes air mata dari kelopak yang selalu terbuka

Hilang berjuta tebaran senyum dari bibir yang selalu menyebut-nyebut kata LULUS



Derai tawa kan segera hilang bercampur pecah ratap dan tangis

Sedu sedan dan isak teriak kita kan bercampur atmosfer duka

Ketika di selembar kertas kecil tertulis kata ”tidak lulus”

Terkubur,hari itu kan terkubur



Aku tak mampu Kawan,aku tak mampu

Membawa semua nyawamu dengan kedua sayapku

Aku kan terjatuh,nyawamu kan hilang

Maafkan aku Kawan



Aku tak bisa membawa mimpimu ............



10 Maret 2010

Comments