Sajak XXXVIII

Eidelweis

Angin bertiup ke udara
Membawa awan gelap ke puncak pergunungan
Awan itu letih karena selalu terseret udara yang panas oleh matahari

Awan itu menangis,meneteskan air mata ke dedaunan eidelweis
Warna putih menerang
Warna hijau mencerah
Eidelweis itu ingin kubawa pulang
Namun aku tak mau
Ku takut awan kan marah padaku

Pontianak,20 Januari 2011

Comments