Sajak XXXV

Dandelion


Angin timur membawa uap yang panas.
Melewati tanah gersang yg tertutup padang ilalang.
Geliat cacing menderita.Sudah lama awan tidak meneteskan airnya.

Di sebuah petak kecil pada dataran tinggi,
aku melihat sekuntum bunga yg sedang bergoyang
Bunga putih yang halus dan bersurai indah.

ya,itulah dandelion.
Bibit-bibit mudamu ingin lepas dari putiknya.
Ingin terbang,melayang.Hingga terlahir Dandelion yang tegar.

Dandelion,melayanglah ..Tanah subur akan segera engkau dapatkan.Biarlah angin timur tetap bertiup.
Aku yakin,engkau akan tahan


16 Agustus 2010

Comments