Sajak XVIII

Balada Anak Melayu


Bermain ombak seakan merajut sinar mentari yang memanggang buah karang
Berurai pedih menangkis duka,tatkala anak-anak kampung kehilangan ayah
Tumbuh di lingkaran miskin dunia
Hanya dapat tertawa di balik rumput belukar

anak-anak melayu
Terbakar air hujan
Terbunuh lumpur rawa
Berteduh di balik semak yang penuh duri

Mata sendu yang hampir tertutup,tidak pernah pudar oleh harapan
Ketika mimpi-mimpi anak melayu tersemai di dada,dengannyalah mereka menuai kepedihan

Anak-anak Melayu....
Maafkan aku yang hanya bisa menuliskan kata-kata ini untukmu
Melayu,aku melayu


29 Desember 2009

Comments