Sajak XXII




Kau mengangkat nafasku
Kau menarik jiwaku
Agar aku tahan untuk mengukir sejarah kecil pertemanan kita
Sejarah kecil,sangat kecil
Bahkan duniapun tak sudi melihatnya

Kau meletakkan telapak tangan yang letih dengan tinta
Kau melepaskan pkiran yang telah letih dengan hembusan panjang
Agar ku bawa ianya ke tempat terjauh
Terjauh dari pandangan rumput-rumput tua di halaman kelas

Kan ku genggam erat!
Kan kujaga ia
Hingga sejarah persahabatan terukir di lautan senja
Hingga sejarah hidup terlekat erat di benak kita
Kan ku sinari harapan kita dengan bintang yang baru lahir
Biar mereka silau
Aku tak peduli
Namun,jika aku mati
Aku telah berkata padamu lewat cahaya temaram yang mulai redup
Bahwa persahabatan akan tetap kekal jika bara apinya selalu kau tiup dengan harapan terbaik


25 Februari 2010

Comments