Sajak VI

Kau mengangkat nafasku

Kau menarik jiwaku

Agar aku tahan untuk mengukir sejarah kecil pertemanan kita

Sejarah kecil,sangat kecil

Bahkan duniapun tak sudi melihatnya



Kau meletakkan telapak tangan yang letih dengan tinta

Kau melepaskan pkiran yang telah letih dengan hembusan panjang

Agar ku bawa ianya ke tempat terjauh

Terjauh dari pandangan rumput-rumput tua di halaman kelas

Kan ku genggam erat!

Kan kujaga ia

Hingga sejarah persahabatan terukir di lautan senja

Hingga sejarah hidup terlekat erat di benak kita

Kan ku sinari harapan kita dengan bintang yang baru lahir

Biar mereka silau

Aku tak peduli

Namun,jika aku mati

Aku telah berkata padamu lewat cahaya temaram yang mulai redup

Bahwa persahabatan akan tetap kekal jika bara apinya selalu kau tiup dengan harapan terbaik



25 Februari 2010

Comments