Sajak XXXI

Tinta mulai menggores kertas yang kosong
semua pikiran tertumpah,

membanjiri kertas kecil yang hanya cukup untuk sebuah kalimat

kata-kata di dalam otak segera meluncur laju,saling mendahului
agar bisa tertulis

sibuk,pikiran mulai sibuk dengan celotehan kata.
Mereka itu tidak bisa diam

walaupun tanpa lidah,mereka tetap bisa bersuara

ketika tinta sudah melukiskan berbagai lambang,
mataku mulai menatap erat setiap lekuk yang terbentuk

tanpa kedipan,kulihat tinta itu bergerak dengan tarian yang anggun

meliuk-liuk di atas kertas seperti gerakan penghibur jalanan

kata-kata itu semakin banyak,hampir memenuhi secarik kertas.

Namun tinta itu mulai mengering,tersayat tebing pada lubang-lubang kertas

Ketika otak mulai letih,semua tulisan akan segera berhenti.Berganti dengan ketenangan yang damai.
Tenang dalam tidurku pada malam ini


11 Oktober 2010

Comments